sifat dasar manusia
Pemuda/i indonesiaku
pemuda bangkitlah, jangan berdiam, jangan biarkan orang lain berjuang, lakukan apa yang seharusnya dilakukan, bahkan ambisi dan ego pun libatkan dalam perjuangan, ambil barisan terdepan garis perjuangan,jika hanya berdiam
tidak ada perubahan.
Pernahkah saudara
merasa bosan dengan rutinitas saudara, atau kebiasaan-kebiasaan yang membuat
saudara merasa jenuh dengan kehidupan
ini. Saya ambil contoh semisal bagi
kawan2 kita pemuda/i yang suka ganti
gaya potongan rambut, model pakaian dan
lain sebagainya. Bosan dengan gaya yang satu,
maka akan diganti dengan model yang berikutnya, dan seterusnya. Nah,
disini saya ingin mencoba menganalisis prilaku kawan-kawan kita ini, dimana ada
keinginan untuk selalu berubah dalam
dirinya sendiri, dan menghindari
kebosanan, dan selalu mencari model yang paling ideal. Saya kira
saudara/i juga begitu, tidak akan pernah bertahan dengan kebosanan, dan akan
selalu bangkit. Itulah kepedulian kita
terhadap pribadi kita
Selanjutnya bagaimana
kalau kita mencoba menambah nilai kepedulian sosial kita, biar kita tidak
tampak egois dibanding orang lain. Pertanyaannya, pernahkah saudara memikirkan kepentingan bersama dengan orang lain? Pernahkan saudara
melakukan perubahan mulai dari hal terkecil untuk orang lain? Kenapa muncul
pertanyaan ini, dan kenapa perlu di jawab?
Tapi sebelumnya, apakah saudara bisa hidup seorang diri didunia ini?. Tentu
saja tidak, makhluk didunia ini saling memiliki ketergantungan. Manusia yang mempunyai landasan etika, bermoral, dan
berkhlak mulia dalam bersikap mewujudkan makna sosial dan
adil.
Sepaham dengan hal itu,
mari kita mencoba melihat keluar diri kita. Tentu saja banyak permasalahan yang membuat kita merasa bosan dengan keadaan
yang tanpa ada perubahan, baik di keluarga, kelompok, organisasi, masyarakat
dan negara kita ini. Dalam hal ini saya ingin mencoba menjelaskan bagaimana
seharusnya kita menghadapi hal ini. Secara khusus bagaimana peranan seorang
pemuda menyikapi persoalan di negeri kita yang tercinta ini.
Kondisi bangsa kita sekarang, merupakan salah satu indikator bahwa
sebagian pemuda di negeri ini telah mengalami penurunan kesadaran berbangsa dan
bernegara. Masyarakat
membutuhkan peranan pemuda untuk membantu memediasi,
meng-advokasi masyarakat agar
keluar dari himpitan masalah, baik itu masalah sosial, ekonomi dan politik,
karena dengan terbantunya masyarakat dari semua lapisan keluar dari himpitan
persoalan, maka bangsa ini tentunya menjadi bangsa yang kuat dan tidak dapat di
intervensi oleh negara apapun, karena masyarakat itu sendiri yng harus
disejahterakan dan jangan sampai mengalami penderitaan.
Melihat persoalan yang sedang dialami oleh pemuda saat ini, tidak ada kata lain bahwa pemuda harus mempersiapkan diri dalam segala hal yang serta merta juga harus membangun kesadaran bahwa dengan mampu menjaga citra pemuda sudah merupakan bagian dari menjaga negara ini dari keterpurukanan tentunya memperkuat identitas kita.
Memperbaharui
Pola Pikir Pemuda
Virus pola pikir praktis yang sangat
mudah dan cepat merasuki pemuda menjadi musuh utama terhadap perubahan ruh
gerakan mahasiswa atau kepemudaan. Oleh karena itu, pemuda yang memilki
intelektual, berpikir kritis dan berada dalam perasaan manusia ideal (masih
bersih dari politik kekuasaan) saatnya mengubah pola pikir. Pemuda harus tetap
dalam rel utama sebagai agent of change untuk melahirkan gagasan baru dalam
menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang baru(inovasi) pula.
Pengungkapan ide, gagasan yang
bersifat jangka pendek dan kepentingan sesaat harus dihilangkan. Berpikirlah
”organisasional” yaitu memiliki gerak politik strategis yang bersandar pada
perjuangan kepentingan bersama, bersifat jangka panjang, bertanggung jawab dan
terlembaga dalam sebuah organsisasi. Kepentingan jangka panjang dimaknai
sebagai kepentingan konstituen organisasi, kader, pengurus dan kepentingan
bangsa pada umumnya yang menjadi format perjuangan organisasi.
Pertama, Mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme
dikalangan generasi muda atau pemuda. Pemuda harus
memiliki Nasionalisme yang berdasarkan Pancasila yang selalu menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Nasionalisme Indonesia adalah perasaan bangga/cinta terhadap bangsa dan tanah
airnya dengan tidak memandang bangsa lain lebih rendah derajatnya. Dalam
membina nasionalisme harus dihindarkan paham kesukuan chauvinisme, ekstrimisme,
kedaulatan yang sempit. Patriotisme yang bercirikan cinta tanah air, rela
berkorban untuk kepentingan nusa dan bangsa, menempatkan persatuan, kesatuan
dan keselamatan bansga dan negara di atas kepentingan pribaadi dan golongan, bersifat
pembaharuan, tidak kenal menyerah, bangga sebagai bangsa Indonesia.
Kedua,
Saatnya pemuda menempatkan diri sebagai
agen sekaligus pemimpin perubahan. Pemuda atau generasi muda yang tergabung
dalam berbagai organisasi memiliki prasyarat awal untuk memimpin perubahan.
Mereka mengalami proses kaderisasi formal dan informal dalam organisasi serta
interaksi kuat dengan berbagai lapisan sosial termasuk dengan elit penguasa
akan menjadi pengalaman (experience) dan ilmu berharga untuk mengusung
perubahan. Pemuda harus meletakkan cita-cita dan masa depan bangsa pada cita
cita perjuangannya. Pemuda atau generasi muda yang relatif bersih dari berbagai
kepentingan harus menjadi asset yang potensial dan mahal untuk kejayaan dimasa depan.
Pemuda adalah icon yang mengubah kehidupan bangsa dalam mencetuskan ide
strategis dan advokasi yang berakhir pada perjuangan rakyat kecil. Jiwa
sensitivitas terhadap fenomena bangsa yang tidak berpihak pada rakyat harus
menjadi ruh utama dalam mengawal kebijakan pemerintah, baik lokal maupun
nasional.
Keempat,
Pemuda atau generasi muda harus dapat
memainkan perannya sebagai kelompok penekan atau pressure group agar
kebijakan-kebijakan strategis daerah memang harus betul-betul mengakar bagi kepentingan
bersama. Perlunya kesepahaman bagi
pemuda atau generasi muda dalam melaksanakan agenda-agenda Pembangunan. Energi
pemuda yang bersatu cukup untuk mendorong terwujudnya perubahan. Sesuai
karakter pemuda yang memiliki kekuatan (fisik), kecerdasan (fikir), dan ketinggian
moral, serta kecepatan belajar atas berbagai peristiwa (responsibilitas yang
dapat mendukung akselerasi perubahan. Pemuda menjadi aktor untuk
terwujudnya demokrasi politik dan ekonomi yang sebenarnya, tidak terjebak dalam
konspirasi ekonomi kapitalis.
Membangun Kesadaran Berbangsa dan Bernegara kepada pemuda merupakan hal
penting yang tidak dapat dilupakan oleh bangsa ini, karena pemuda merupakan
penerus bangsa yang tidak dapat dipisahkan dari perjalan panjang bangsa ini.
Pemudaku
adalah pemuda indonesia, tidak ada yang lain.
Semoga bermanfaat....